HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Pada hari Senin tanggal 06 Mei 2024 UPT SMPN 16 GRESIK memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei, seluruh siswa dan warga sekolah UPT SMPN 16 GRESIK kompak mengenakan kostum pakaian adat, sebagai bentuk keberagaman yang ada di Indonesia, mulai dari adat Jawa sampai dengan pakaian adat Maluku,

diawali dengan upacara pengibaran bendera yang diikuti seluruh warga sekolah baik bapak/ibu guru, siswa dan karyawan karyawati UPT SMPN 16 GRESIK, dan yang bertindak sebagai inspektur upacara kepala UPT SMPN 16 GRESIK Bpk.Drs, MUJIONO, M.M.


Dengan mengenakan pakaian kha adat madura, Dalam sambutannya beliau menegaskan pentingnya generasi milenial untuk tetap mengingat, mengikuti dan memperjuangkan pendidikan mulai dari belia sampai akhir hayat, seperti yang diperjuangkan oleh tokoh-tokoh pendidikan terdahulu bapak Pendidikan Nasional kita Ki Hajar Dewantara.


Sekilas sejarah tentang Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), dimana pada tanggal 2 Mei dipilih menjadi HARDIKNAS berdasarkan tanggal lahirnya Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara, lahir pada tanggal 2 Mei 1889 beliau memiliki nama asli Raden Mas Soewandi, sepanjang hidupnya beliau dikenal sosok yang kritis terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda terutama terkait pendidikan, Ki Hajar Dewantara selalu menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam pendidikan, bersama dengan dua rekannya yaitu Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangunkusumo ketiga tokoh ini dikenal sebagai tiga serangkai,

sepulang dari Belanda mereka mendirikan lembaga pendidikan yang bernama taman siswa, sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap dunia pendidikan untuk masyarakat pribumi pada waktu itu, setelah Indonesia merdeka beliau diangkat oleh presiden Soekarno menjadi menteri pendidikan pertama di Indonesia, beliau dikenal dengan filosofinya "Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani", yang artinya adalah didepan memberi teladan, ditengah memberikan bimbingan, dibelakang memberi dorongan.
Ki Hajar Dewantara wafat pada tanggal 26 April 1959, untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. (*).

0 Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Inputan yang harus diisi ditandai *